Satuan Tugas
(Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku melaporkan sebanyak 458.477 ekor
sapi ternak telah mendapatkan vaksinhingga Kamis pukul 12.00 WIB.
Hingga hari
ini, hewan ternak yang mendapatkan vaksinasi PMK hanyalah sapi, meski penularan
sudah tersebar di 254 kabupaten/kota di 22 provinsi seluruh Indonesia. Satgas
PMK merinci bahwa terdapat 376.237 hewan ternak yang
dinyatakan telah terjangkit PMK.
Dengan
363.904 di antaranya adalah sapi, 8.584 kerbau, 1.221 domba, 2.481 kambing, 47
babi dan nol rusa.234.295 hewan ternak juga dinyatakan masih belum sembuh dari
PMK.
Rinciannya,
227.724 sapi, 4.926 kerbau, 654 domba, 944 kambing, 47 babi dan nol untuk rusa.
Sedangkan 2.279 ekor telah dinyatakan mati dan hewan ternak yang dipotong
syarat ada 4.777 ekor.
Sementara
hewan ternak yang sembuh sudah ada 134.886 ekor. Di mana kesembuhan terbanyak
terjadi pada sapi 129.275 ekor, kerbau 3.582 ekor, kambing 1.477 ekor, domba
552 ekor dan masing-masing nol ekor untuk rusa dan babi.
PMK sendiri
muncul di Provinsi Jawa Timur yang dikonfirmasi pada tanggal 5 Mei 2022. Hingga
kini Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan hewan ternak yang dinyatakan
belum sembuh dan memiliki kematian terbanyak. Kemudian Nusa Tenggara Barat
(NTB) menjadi provinsi dengan kasus kesembuhan terbanyak.
Satgas
menyarankan pada peternak untuk membatasi gerakan hewan, pengawasan lalu lintas
dan pelaksanaan surveilans, melarang pemasukan ternak dari daerah lain,
karantina dengan ketat, manajemen pemeliharaan yang baik, meningkatkan
sanitasi, mendesinfeksi kandang dan sekitarnya secara berkala, guna mencegah
wabah PMK semakin meluas.
Kemudian
menanggapi ketersediaan vaksin bagi hewan yang terkena PMK, Menteri Pertanian
Syahrul Yasin Limpo menekankan bahwa penambahan vaksin di sejumlah daerah akan
dilakukan secara bertahap.
"Penambahan
vaksin tentu bertahap. Karena membeli vaksin PMK tidak boleh
sembarang, harus ada indikatornya," kata Syahrul.
0 Komentar