Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR) akan melaksanakan penandatanganan kontrak pemetaan lahan atau land development untuk
pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada hari ini, Jumat (15/7/2022).
Menteri Basuki mengungkapkan bawa
pemetaan lahan merupakan tahapan awal dari pembangunan IKN yang ditargetkan
akan dimulai Agustus 2022.
"Land development itu hasilnya
kavling-kavling, mana kavling Istana, mana kavling DPR," kata
Basuki di Jakarta, Selasa (12/7/2022).
Basuki menyebut mayoritas tanah yang
digunakan untuk pembangunan IKN merupakan tanah pemerintah. Namun, ada beberapa
wilayah yang merupakan lahan milik masyarakat, sehingga masih diperlukan proses
pembebasan lahan.
"Ada sekian hektare yang [milik]
masyarakat itu sedang diselesaikan oleh KLHK dan ATR/BPN, kalau yang untuk
groundbreaking sudah pasti clean
and clear," ujarnya.
Basuki mengungkapkan, pembangunan IKN
nantinya tidak hanya melibatkan perusahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saja,
tapi juga terdapat perusahaan swasta.
Untuk diketahui, saat ini Kementerian
PUPR telah membuka tender sejumlah proyek di IKN Nusantara. Total nilai proyek
yang sudah ditenderkan mencapai Rp8,1 triliun yang mencakup pekerjaan jalan
tol, gedung pemerintahan, perumahan, Istana Kepresidenan, dan beberapa proyek
lainnya.
Sementara itu, Menteri Agraria Tata
Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Hadi Tjahjanto menyebut pembebasan lahan
untuk Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) akan menjadi prioritas.
Dia mengatakan pihaknya akan segera
menyelesaikan proses pengadaan tanah untuk kebutuhan pembangunan IKN.
"Sudah saya koordinasikan dengan
bu Siti Nurbaya, saya juga akan kelapangan mana yang prioritas akan segera kita
urus sehingga pak Bambang [Kepala Badan Otorita IKN] segera bisa bekerja,"
ujar Hadi.
0 Komentar