KOMITMEN LANJUTKAN BERANTAS KEMISKINAN, 290
RIBU WARGA BREBES JADI TARGET UTAMA DI TAHAP PERTAMA 2023
Program
penurunan angka kemiskinan yang dilaksanakan di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa
Tengah semakin menumbuhkan harapan. Selama 2022, angka kemiskinan di kabupaten
yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat ini berkurang hingga 1,38
persen.
"Sebelumnya,
Brebes sempat menjadi sorotan karena angka kemiskinan di atas 17 persen
lebih," ungkap Penjabat (Pj) Bupati Brebes, Urip Sihabudin, Selasa
(10/1/2023).
Penurunan
angka di level 1,38 persen, disebutkannya cukup signifikan dan menumbuhkan
optimisme program penurunan angka kemiskinan efektif dilakukan.
Angka
kemiskinan di Brebes turun 1,38 persen dibanding 2021. Sehingga sampai akhir
2022 angka kemiskinan Brebes tinggal 16,05 persen.
Namun
begitu, lanjut Urip, di Brebes masih ada sedikitnya lima kecamatan yang masih
harus dipertajam lagi program penurunan angka kemiskinannya.
"Ke-lima
kecamatan ini meliputi Losari, Ketanggungan, Larangan, Bulakamba, dan
Kecamatan Bantarkawung," jelas
mantan kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah ini.
Ia juga
mengatakan, penurunan angka kemiskinan ini tidak dapat dilepaskan dari kerja keras
dari bupati dan wakil bupati Brebes sebelumnya serta jajaran di Pemkab Brebes.
Untuk itu,
selaku pj bupati, ia akan melanjutkan program-program yang sudah berjalan dan
berupaya meningkatkan program serta capaian hasilnya.
Berdasarkan
data Pemkab Brebes, hingga saat ini ada sekitar 290 ribu jiwa yang masuk
kategori miskin dan setelah dilakukan verifikasi ulang menjadi 28.395.
"Ini
sudah termasuk mereka yang kemiskinan ekstrem. Itu yang akan kami genjot untuk
sasaran berikutnya di Brebes," tegas Urip.
Gubernur
Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sepakat lima kecamatan di Brebes perlu mendapatkan
perhatian lebih. "Pemprov Jawa Tengah akan mendampingi," tegasnya.
Oleh karena
itu, gubernur yakin, upaya penurunan angka kemiskinan di Brebes akan semakin
mudah dengan kepemimpinan pj bupati saat ini.
0 Komentar