ANTISIPI BANJIR SUSULAN AKIBAT CUACA EKSTREM,
GANJAR INSTRUKSIKAN KADES JATENG RUTIN PATROLI TANGGUL
Gubernur
Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan seluruh jajaran kepala desa (kades)
di Jateng untuk rutin melakukan patroli tanggul. Hal ini sebagai antisipasi
terhadap potensi bencana banjir.
Ganjar
menyebut, sebagian besar banjir yang terjadi di Jateng disebabkan tanggul
jebol, baik di sungai maupun laut. Seperti banjir bandang di Dinar Mas
Semarang, banjir bandang di Brebes, Pati dan daerah lain yang dikarenakan
tanggul jebol.
“Saya minta
patroli tanggul digiatkan. Tanggul-tanggul yang ada itu dicek kondisinya agar
bisa diantisipasi. Kawan-kawan dari dinas yang mengurusi air sudah saya
perintahkan patroli. Dan sebenarnya kawan-kawan kades juga bisa membantu,” kata
Ganjar usai mengecek lokasi banjir di Brebes, Senin (9/1).
Bukan tanpa
alasan Ganjar menyebut para kades. Sebab, menurut dia, para kades itulah yang
paling mengetahui daerah mereka masing-masing.
“Teman-teman
kades ini yang paling tahu daerahnya, jadi bisa mengecek kondisi tanggul di
daerahnya masing-masing,” tegas dia.
Sejauh ini,
kata Ganjar, penanganan bencana banjir di Jateng terus dilakukan. Beberapa
tanggul maupun talud yang jebol sudah ditutup sementara sembari menunggu
perbaikan permanen. Seperti pembuatan talud darurat di Kelurahan Meteseh,
Tembalang menggunakan 1.000 karung limbah batu bara yang didatangkan dari PLN
Jepara, akhir pekan lalu.
Ganjar pun
mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah bergotong royong membantu
dalam penanganan bencana. “Terima kasih partisipasi masyarakat untuk bisa
bergotong royong menyelamatkan manusianya dulu, membuat tempat-tempat suplai
logistik, dapur umum begitu,” ucapnya.
Selain itu,
Ganjar juga terus berkoordinasi dengan BMKG, BRIN dan TNI Angkatan Udara untuk
memodifikasi cuaca. Dengan teknologi itu, intensitas hujan di Jateng mulai
turun.
“Jadi kita
pindahkan awannya, biar hujannya turun di tempat lain. Ke laut langsung,”
jelasnya.
Meski begitu,
Ganjar meminta semua tetap siaga. Sebab, berdasarkan prakiraan BMKG angin masih
bertiup kencang dan hujan masih ada.
“Kalau
bencana umum, hujan begini pasti banjir, longsor, di coastel area itu pasti ada
robnya sekarang mesti kita siap-siap semuanya. Saya minta semua tetap siaga,”
tandas Ganjar.
0 Komentar