Berbeda dari tahun sebelumnya,
pelaksanaan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan
Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih tahun 2022 akan dilakukan secara
terbuka dengan jumlah undangan terbatas. Kepala Sekretariat Presiden
(Kasetpres) Heru Budi Hartono menyampaikan bahwa para menteri, ketua lembaga,
dan perwira tinggi TNI-Polri, serta masyarakat umum akan diundang secara
terbatas untuk hadir mengikuti jalannya upacara di Istana Merdeka, Jakarta pada
17 Agustus nanti.
“Pada tahun ini juga kita mengundang
masyarakat terbatas, masih terbatas kurang lebih 1.000 sampai 2.000, kurang
lebih 2 ribuan di pagi hari dan 2.000-3.000 di sore hari,” ujar Heru dalam
keterangannya, di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin
(01/08/2022).
Heru menjelaskan, khusus bagi
masyarakat yang ingin mengikuti jalannya upacara di Istana wajib mendaftar di
laman yang telah ditentukan dengan jumlah terbatas. Setelah mendaftar,
masyarakat kemudian akan mendapatkan undangan untuk hadir mengikuti upacara
secara langsung di Istana Merdeka.
“Siapa masyarakat yang ingin hadir itu
akan sistemnya seperti FiFo, first
in first out, artinya siapa yang cepat dia mendaftar di laman yang
sudah ditentukan dan masyarakat bisa mendapatkan undangan. Di luar itu mungkin
secara otomatis sistem itu (akan) tertutup, sehingga begitu mulai hari ini di
daftar sudah sampai di posisi 2.000 undangan, maka undangan untuk masyarakat
sudah selesai,” jelasnya.
Kegiatan Peringatan Detik-Detik
Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus nanti di Istana Merdeka, menurut Heru,
secara resmi akan dimulai pada pukul 09.45 WIB. Sembari menunggu upacara
dimulai, masyarakat akan disuguhkan dengan pertunjukan kesenian yang akan
ditampilkan oleh para anak bangsa.
“Nah sebelumnya tentunya kami
menghibur masyarakat di seluruh penjuru, baik itu di tanah air maupun
perwakilan-perwakilan yang berada di luar negeri. Kita mulai dari pukul 08.00
(WIB) itu sudah bisa ada hiburan secara virtual, mulai 08.30 (WIB) sudah ada
hiburan di Istana yang bisa diliput, bisa dilihat oleh seluruh masyarakat,”
lanjutnya.
Sementara untuk rangkaian Upacara
Penurunan Bendera Sang Merah Putih, Heru menuturkan akan dimulai pukul 15.00
WIB yang diawali dengan kegiatan hiburan. Sementara itu, upacara penurunan
bendera secara resmi akan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB.
“Jam 3 sore kita sudah mulai kegiatan
acara hiburan, memasuki pukul 4 dan pukul 5 lewat sekitar lewat 20 itu acara
akan diambil alih oleh Istana, itu secara resmi penurunan bendera akan
dimulai,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro
Protokol Sekretariat Presiden, M. Yusuf Permana menjelaskan bahwa pelaksanaan
upacara tahun ini akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang
ketat. Selain harus sudah mendapatkan vaksinasi penguat (booster), masyarakat yang
akan mengikuti jalannya upacara dari Istana juga harus melakukan swab antigen.
“Pertama adalah masyarakat haruslah
sudah divaksin booster,
kemudian juga untuk masyarakat umum lainnya kami sampaikan juga untuk swab
antigen. Itu menjadi salah satu bagaimana kami menerapkan protokol kesehatan di
Istana,” ucap Yusuf.
Lebih lanjut, Yusuf mengatakan bahwa
masyarakat yang tidak bisa hadir secara fisik dapat mengikuti jalannya upacara
secara daring melalui aplikasi yang telah disediakan dengan kapasitas 77 ribu
orang. Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengakomodasi antusiasme
masyarakat dan juga para diaspora yang berada di luar negeri untuk hadir
mengikuti upacara.
“Itulah mengapa kami sekarang
mendorong di angka 77 ribu, selain kapasitasnya lebih besar, juga angka 77
tepat di angka 77 tahun kita merdeka. Pada saatnya nanti akan kami launching aplikasinya,
besok akan kami launching
kepada masyarakat,” pungkasnya.
0 Komentar