LIMA KALI BERTURUT-TURUT KETERBUKAAN INFORMASI
PUBLIK JAWA TENGAH TERBAIK NASIONAL
Gubernur
Jateng, Ganjar Pranowo kembali berhasil membawa Jawa Tengah sebagai pemerintah
provinsi terbaik dalam keterbukaan informasi publik. Anugerah dari Komisi
Informasi Pusat itu langsung diterima Ganjar, di Banten, Rabu (14/12/2022).
Jawa Tengah
mendapat peringkat pertama provinsi keterbukaan informasi publik dengan nilai
99,95. Disusul Provinsi Jawa Barat dengan nilai 98,85 dan Provinsi Aceh dengan
nilai 98,64.
Ini menjadi
Anugerah Keterbukaan Informasi Publik kelima yang diraih Jateng di bawah
kepemimpinan Ganjar Pranowo. Penganugerahan di tahun 2022 ini, diserahkan oleh
Menko Polhukkam, Mahfud MD.
Pada
penganugerahan kelima ini, Ganjar membeberkan rahasianya mendapatkan nilai
nyaris sempurna itu. Menurutnya karena komitmen memperbaiki diri dan
‘memamerkan’ informasi di luar indikator Komisi Informasi.
“Kami
mencoba memberikan informasi yang tidak masuk dikriteria dan kekinian. Apa itu?
Medsos,” tegasnya.
Hal itu pun
sesuai dengan yang disampaikan Menko Polhukkam Mahfud MD dalam sambutannya.
Bahwa media sosial menjadi modal badan publik memulai mengelola keterbukaan
informasi dengan baik.
“Nggak boleh
ada yang ditutup-tutupi, maka orang boleh nutupin kaya apapun, tapi kalau video
sudah ditempel ke objeknya maka semua akan jadi terbuka. Maka terbuka saja,
nggak usah risih kalau kita bersih,” tutur Ganjar.
Mantan
anggota DPR RI itu menuturkan capaian Pemprov Jateng ini tak bisa terjadi tanpa
kerja keras para ASN-nya. Ganjar mengatakan, penganugerahan ini adalah
pertunjukkan dari komitmen tersebut.
“Alhamdulillah
hari ini mencapai puncaknya. Lima kali berturut-turut, menurut saya ini
pertunjukkan komitmen dari kawan-kawan di Pemprov Jawa Tengah untuk membuka
informasi seluas-luasnya,” tandasnya.
Sejak 2018,
Ganjar membawa Jateng menjadi juara pertama dan provinsi terbaik nasional
keterbukaan informasi publik. Kemudian tahun 2019 Jateng kembali mendapat
predikat sebagai provinsi paling informatif. Tradisi baik sebagai provinsi
informatif itu dilanjutkan pada tahun 2020 dan tahun 2021.
0 Komentar