SOLUSI BANTU KORBAN BENCANA
GANJAR PRANOWO BERIKAN PROGRAM
TUKU LEMAH OLEH OMAH
Gubernur
Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan program ‘Tuku Lemah Oleh Omah’ terus
berjalan. Menurutnya program itu bisa direplikasi dalam situasi kebencanaan dan
menjadi solusi bagi korban bencana.
Pernyataan
itu disampaikan Ganjar usai membuka Musyawarah Nasional XIX Majelis Tinggi
Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) di Novotel Hotel, Surakarta, Jumat (25/11).
“Masih kita
jalankan. Justru sekarang kita coba replikasi untuk kondisi-kondisi yang
sekarang ini banyak bencana. Kemarin beberapa sudah jadi dan kemudian kita mau
coba replikasi lagi model-model ini,” katanya.
Contohnya di
Brebes, ada 32 keluarga yang terdampak banjir Sungai Kalikeruh, Kabupaten
Brebes. Selain program ini juga telah dirasakan warga di Kota Magelang.
“Sehingga
kalau kemudian, maaf, yang menjadi korban bencana harus pindah dan mereka punya
tanah sebenarnya kita bisa membantu rumahnya,” kata Ganjar.
Menurutnya
cara ini bisa jadi solusi dalam kondisi kebencanaan seperti sekarang. Di sisi
lain, juga bisa dikerjasamakan dengan pemerintah desa, atau dengan pengembang
dan menggandeng sumber dana lainnya.
“Jadi mereka
bisa beli tanah dan rumahnya dari kita dan itu akan sangat membantu. Sekali
lagi dalam kondisi bencana itu penting,” ujarnya.
Ganjar
mengatakan program ini akan digencarkan lagi pada tahun 2023. Sehingga target
yang belum terpenuhi di tahun ini bisa dikebut tahun depan.
“Sehingga
dengan cara itu, kebutuhan hidupnya bisa bagus, lingkungannya terjaga.
Perumahannya ada dan kemudian menjadi semacam townhouse kecil di antara
mereka,” tandasnya.
Sebelumnya
diberitakan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi
Jateng, Arif Djatmiko menuturkan bahwa program bantuan “Tuku Lemah Oleh Omah”
mulai dilaksanakan sejak 2020 lalu.
“Di tahun
2020 ada 200 unit, 2021 ada 186 unit. Dan tahun 2022 kita bangun 253 unit.
Rencananya di tahun 2023 kita akan bangun 615 unit,” pungkasnya.
0 Komentar