Keberadaan Daerah
Otonomi Baru (DOB) Papua, yaitu Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua
Pegunungan Tengah akan mempercepat pembangunan infrastruktur di Bumi Cendrawasih.
Jika provinsi baru dibentuk, maka otomatis ada pembangunan jalan dan fasilitas
umum yang baru. Selain itu, dana APBD per provinsi akan difokuskan untuk
pembangunan infrastruktur yang memudahkan kehidupan masyarakat.
Papua akhirnya memiliki
3 DOB per tanggal 30 Juni 2022, masyarakat Papua lega karena akhirnya mereka
memiliki lima provinsi baru dan pemekaran wilayah ini memang permintaan dari
mereka sendiri. Dengan adanya DOB maka banyak sekali manfaatnya, di antaranya
pelayanan ke warga Papua yang lebih maksimal, dan juga mempercepat pembangunan
infrastruktur.
Ayub Faidiban,
Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Papua, menyatakan bahwa pemekaran DOB menjadi
kunci percepatan pembangunan di Papua. Dengan penambahan DOB maka akan memicu
pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) di Bumi Cendrawasih.
Dalam artian,
infrastruktur-infrastruktur baru akan dibangun di Papua demi kemajuan wilayah
tersebut. Jika ada provinsi baru maka otomatis diadakan pembangunan
besar-besaran. Pertama-tama tentu yang dibangun adalah jalan raya, terutama
yang menuju ibu kota provinsi. Masyarakat bisa menikmati jalan beraspal yang
mulus (bukan makadam) dan bisa dilewati dengan sepeda motor.
Jika makin banyak
jalan beraspal di Papua maka makin bagus karena mempermudah mobilitas
masyarakat. Infrastruktur yang satu ini memang sangat dibutuhkan karena rakyat
Papua selama ini kesulitan dalam bergerak karena kondisi geografis di Bumi
Cendrawasih yang terlalu sulit jika dilewati dengan kendaraan bermotor. Namun
jika ada jalan raya maka akan mempersingkat waktu tempuh dan menghemat bahan
bakar.
Infrastruktur
berupa jalan raya merupakan manfaat utama dari penambahan DOB dan fungsi
lainnya adalah untuk menaikkan kondisi perekonomian warga. Kemudahan mobilitas
adalah kunci karena untuk pengiriman barang-barang dagangan jadi lebih cepat.
Selain itu, barang-barang itu dikirim via jalur darat, bukan udara yang biaya
kirimnya sangat mahal.
Dunia bisnis di
Papua akan makin cerah karena kemudahan dalam membeli maupun mengirim barang.
Makin cepat perputaran dagangan maka makin bagus karena akan menggerakkan roda
perekonomian di Bumi Cendrawasih. Selain itu, biaya jasa pengiriman akan
semakin mudah dan murah sehingga harga barang juga bisa ditekan.
Selama ini sangat
melekat citra bahwa harga-harga barang di Papua jauh lebih mahal daripada di
Jawa, bahkan di DKI Jakarta, karena memang ongkos kirimnya mahal. Jika ongkos
kirim via darat dan lebih murah maka otomatis bisa menurunkan harga barang
tersebut. Masyarakat akan lebih hemat dan sejahtera. Ini adalah efek domino
positif dari pembangunan infrastruktur di Papua, yang diharapkan oleh
pemerintah.
Sementara itu,
tokoh pemuda Papua Charles Kossay menyatakan bahwa penambahan DOB akan membawa
dampak positif di Bumi Cendrawasih, yakni peningkatan kualitas SDM dan
infrastruktur. Dalam artian, penekanannya memang di infrastruktur, karena itu
memang yang sangat dibutuhkan oleh Papua.
Logikanya, jika
ada provinsi-provinsi baru di Papua maka akan dibangun jalan raya dan
infrastruktur berupa gedung-gedung. Mulai dari Kantor Gubernur, Gedung DPRD
(Dewan Perwakilan Rakyat Daerah), Puskesmas, dan bangunan-bangunan lain. Semua
dibangun dengan dana APBD yang memang diperuntukkan bagi masyarakat.
Bangunan yang
berstatus fasilitas umum seperti Puskesmas dan Rumah Sakit Umum sangat
dibutuhkan oleh masyarakat Papua karena mereka butuh akses kesehatan yang lebih
dekat. Jika ada yang kecelakaan atau sakit parah maka akan lebih cepat
mendapatkan pertolongan. Selain itu, para ibu bisa melahirkan dengan selamat
dan segera mendapat pertolongan dari bidan, karena jarak dari rumahnya ke Rumah
Sakit lebih dekat.
Infrastruktur
berupa saluran listrik juga akan dinikmati oleh masyarakat Papua. Ada daerah
yang belum mendapatkan listrik dengan maksimal, sehingga jika ada provinsi baru
akan ditelusuri mana saja yang butuh pasokan listrik. Dengan adanya listrik
akan membantu masyarakat untuk beraktivitas dengan tenang di malam hari dan
memperkecil angka kriminalitas.
Listrik yang
masuk ke distrik-distrik terpencil di Papua juga sangat bermanfaat karena
masyarakat bisa memanfaatkannya untuk berbagai hal. Mulai dari menyalakan mesin
untuk bekerja, memasak dengan perangkat-perangkat elektronik, dan mendapatkan
penerangan yang cukup untuk belajar.
Masyarakat juga tidak
akan ketergantungan akan genset atau aki jika ada akses listrik yang mencukupi.
Mereka bisa menyalakan komputer, laptop, mengisi daya baterai smartphone dan
mengembangkan bisnis ke ranah online. Dunia perdagangan online di Papua akan
terdongkrak berkat infrastruktur berupa listrik.
Penambahan DOB
Papua akan mempercepat pembangunan infrastruktur berupa jalan raya beraspal,
jembatan, Gedung DPRD, gedung sekolah, Puskesmas, dan lain-lain. Semua akan
sangat bermanfaat bagi kemajuan masyarakat Papua. Selain itu, infrastruktur
berupa listrik akan mempermudah kehidupan warga di Bumi Cendrawasih dan membuat
mereka merasakan arus kehidupan yang modern.
0 Komentar