Indonesia
tengah menjalani proses Mutual Evaluation Review (MER) untuk menjadi
anggota tetap organsasi anti pencucian uang dunia, Financial Action Task
Force (FATF). Banyak manfaat yang diyakini akan didapatkan Indonesia.
Ekonom
Intitute for Development of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda
menyebut Indonesia bisa melengkapi upayanya melawan pencucian uang dan
pendanaan terorisme.
“Dengan
menjadi anggota tetap FATF, kerja sama internasional dalam penanganan tindakan
pencucian uang dan pendanaan terorisme akan semakin komplit dan bisa ikut dalam
pembahasan standar penangan kasus,” katanya kepada Liputan6.com, ditulis Selasa
(19/7/2022).
Ekonom
yang mendalami sektor digital ini menyebut upaya itu bisa lebih berguna di era
digitalisasi saat ini. Diketahui, Indonesia juga tengah mendorong tingkat digitalisasi
di dalam negeri, utamanya di sektor keuangan.
“Saya
rasa masuknya Indonesia ke FATF akan memberikan insight baru
bagi k/l (kementerian/lembaga) terkait di dalam negeri,” kata dia.
Huda
mengungkap dengan menjadi angota FATF,
Indonesia bisa mempertegas posisinya di hadapan para pengusaha global. Sektor
investasi yang juga dikejar Indonesia disinyalir akan terdampak positif.
“Perusahaan
dalam negeri juga bisa lebih diterima oleh perusahaan global yang memang sudah
menetapkan standar tertentu bagi kerja sama antar instansi atau pemerintah,”
ungkapnya.
0 Komentar